pilih bibit berkualitas, siapkan media tanam yang berpori seperti campuran arang dan kulit kayu, lalu tanam anggrek di pot yang memiliki lubang drainase yang baik. Tempatkan pot di lokasi dengan cahaya terang tidak langsung, jaga kelembapan dan sirkulasi udara, dan siram secukupnya setiap minggu, serta lakukan repotting setiap dua hingga tiga tahun.
1. Siapkan media tanam dan pot
Media tanam: Jangan gunakan tanah biasa. Campurkan media tanam yang ringan dan berpori seperti arang hortikultura, kulit kayu, dan perlit. Untuk anggrek tanah, bisa ditambahkan sabut kelapa atau serat pakis.
Pot: Pilih pot yang memiliki banyak lubang drainase di bagian bawah dan sisi-sisinya untuk memastikan aliran udara dan mencegah akar membusuk.
2. Tanam anggrek
Letakkan anggrek di pot yang baru dengan ketinggian yang sama seperti saat ia di pot sebelumnya. Pastikan persimpangan batang dan akar berada sedikit di atas permukaan media tanam.
Isi pot dengan media tanam, tapi jangan terlalu padat, berikan ruang tumbuh sekitar 2,5 cm di sekitar akar.
3. Lokasi penanaman
Tempatkan anggrek di tempat yang mendapat cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung, karena dapat membakar daun.
Lokasi yang ideal adalah di dekat jendela samping timur atau utara/selatan yang tidak terkena matahari terik.
4. Perawatan dasar
Penyiraman: Siram anggrek seminggu sekali. Hindari penyiraman berlebihan untuk mencegah akar busuk.
Kelembapan: Anggrek membutuhkan kelembapan, tetapi juga sirkulasi udara yang baik. Anda bisa menjaga kelembapan dengan menyemprotkan air ke media tanam setiap hari, tetapi pastikan tidak ada genangan air di pot.
Pemupukan: Berikan pupuk khusus anggrek sesuai dosis yang dianjurkan.
Sirkulasi udara: Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman. Anggrek yang tumbuh di tempat tertutup bisa dibantu dengan kipas angin.
5. Repotting
Lakukan repotting setiap dua hingga tiga tahun sekali atau ketika akar dan tanaman sudah terlalu memenuhi pot.
0 Komentar